Sabtu, 29 Desember 2012

song-separoh aku-noah

separoh aku-noah

dan terjadi lagi
kisah lama yang terulang kembali
kau terluka lagi
dari cinta rumit yang kau jalani

aku ingin kau merasa
kamu mengerti aku mengerti kamu
aku ingin kau sadari
cintamu bukanlah dia

dengar laraku
suara hati ini memanggil namamu
karena separuh aku dirimu

ku ada di sini
pahamilah kau tak pernah sendiri
karena aku selalu
didekatmu saat engkau terjatuh

dengar laraku
suara hati ini memanggil namamu
karena separuh aku
menyentuh laramu
semua lukamu telah menjadi milikku
karena separuh aku dirimu

Minggu, 04 Maret 2012

FALSAFAH LIMA JARI



ada Falsafah tentang lima jari kita…
1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.
4. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
5. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking?).


Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).

Sahabat, Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?

Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh. Sudahkah kasih sayang anda hari ini bertambah ???




EDITING : WIDI ARY









Kamis, 02 Februari 2012

DINAMIKA HIDUP

Manusia hidup membutuhkan kebutuhan hidup, beragam kebutuhan yang diinginkan. Kadang kala kebutuhan di dalam hidup manusia bertentangan dengan kebutuhan hidup manusia lain yang memungkinkan terjadi gesekan dan kesalahpahaman, akhirnya muncul ketidakpuasan yang menumbuhkan rasa kebencian. Padahal kebencian membuahkan hal-hal yang kurang berarti, malahan menimbulkan kerugian besar baik diri sendiri maupun orang lain. Buah-buah kebencian antara lain: Iri, dengki, dendam,pilih kasih/tidak adil, saling menjatuhkan, mencemarkan nama baik, kadang pula merencanakan kejahatan terakhir, yaitu membunuh. Alangkah ngerinya buah kebencian. Untuk menanggulangi pelaksanaan buah-buah kebencian, banyak aturan yang dibuat yang disebut undang-undang yang menjurus ke hukuman penjara. Lebih ironis, secara sembunyi-sembunyi banyak orang akan melakukan buah-buah kebencian. Mari kita renungkan pola hidup di masyarakat! Bagaimana yang ada di sana? Untuk menghindari itu, banyak para pemikir kedamaian ( para agamis ) membentuk kelompok-kelompok yang dapat mengurangi itu, misalnya kumpulan doa, team penolong, dll. Segala kegiatan mereka cenderung menuju tentang cinta kasih, kesibukan kegiatannya sangat menjurus pada rasa simpati, empati, dan usaha penyelamatan.
Manusia hidup telah disajikan berbagai macam permasalahan. Tidak setiap peristiwa menjadi masalah baginya, permasalahan timbul itu sebenarnya karena sebuah kebencian. Apapun jadi masalah atau dipermasalahkan karena dalam diri seseorang ada kebencian. Masalah dapat dibesarkan ataupun dapat dihilangkan. Contoh : Memakai baju dan celana tidak sama warna. Permasalahan atau bukan? Semua tergantung hati yang melihat. Jadi masalah jika memang dipermasalahkan, tidak jadi masalah jika memang tidak dijadikan masalah. Banyak buku-buku yang dapat mengarahkan hati dan pikiran manusia menciptakan keinginan untuk bermasalah tetapi banyak buku-buku yang mengajak kita untuk meredakan masalah, semua tergantung dari tanggapan kita. Rasa cinta kasih yang tertanan di dalam hati manusia adalah dasar untuk tidak akan pernah mempermasalahkan kejadian.
Manusia Hidup mempunyai prinsip sendiri-sendiri untuk mernjalani hidup yang sekirannya dapat digunakan untuk dasar hidup sehingga hidup itu terasa pas bagi mereka. Prinsip satu dengan yang lain tidaklah sama, hanya saja kadang cocok dan tidak cocok. Sebagian orang mengatakan kita tidak sama tetapi bukan berarti kita harus bermusuhan, ada sebagian mengatakan kita tidak sama, oleh sebab itu mereka harus disadarkan agar mengikuti prinsip yang dianut, jika tidak mau, maka mereka harus dimusuhi demi keselamatan orang banyak.
Manusia hidup di jaman dulu ingin melanjutkan hidup adalah melawan rintangan yang dihadapi baik dalam mencari makan maupun dalam mendiami suatu tempat. Intinya jika terusik, maka akan terjadi perlawanan. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi, gizi, dan pandangan, manusia melakukan perlawanan karena berbagai faktor (sangat komplek). Kapan akan berakhir hal demikian tergantung bagaimana manusia mau menyikapi hal demikian sebagai dinamika hidup, pemakluman, dan kesadaran akan tugas-tugas sebagai hamba Tuhan. (By. Widi Ary)

Rabu, 07 Desember 2011


Satrio paningit (BISA JADI KAMULAH SATRIO PANINGIT)

RAMALAN JAYABAYA, adalah ramalan tentang keadaan Nusantara di suatu masa di masa datang. Dalam Ramalan Jayabaya itu dikatakan, akan datang satu masa penuh bencana.

Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai, akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas. Tapi, setelah masa yang paling berat itu, akan datang jaman baru, jaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman Keemasan Nusantara. Dan jaman baru itu akan datang setelah datangnya sang
Ratu Adil, atau Satria Piningit.

Ramalan Jayabaya ditulis ratusan tahun yang lalu, oleh seorang raja yang adil dan bijaksana di Mataram. Raja itu bernama
 Prabu Jayabaya (1135-1159). Ramalannya kelihatannya begitu mengena dan bahkan masih diperhatikan banyak orang ratusan tahun setelah kematiannya. Bung Karno pun juga merasa perlu berkomentar tentang ramalan ini.

“Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya “Ratu Adil”, apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat ? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu, tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan, tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap “Kapan, kapankah Matahari terbit?”.

Sukarno, 1930, Indonesia Menggugat

Ramalan Jayabaya ini memang lumayan fenomenal, banyak ramalannya yang bisa ditafsirkan “mirip” keadaan sekarang. Diantaranya :

1.    Datangnya bangsa berkulit pucat yang membawa tongkat yang bisa membunuh dari jauh dan  bangsa berkulit kuning dari Utara ( jaman penjajahan ).

2.    kreto mlaku tampo jaran”, “Prau mlaku ing nduwur awang-awang”, kereta tanpa kuda dan perahu yang berlayar di atas awan (mobil dan pesawat terbang?)

3.    Datangnya jaman penuh bencana di Nusantara (Lindu ping pitu sedino, lemah bengkah,Pagebluk rupo-rupo, gempa 7 x sehari, tanah pecah merekah, bencana macam-macam.

4.    Dan ia bahkan (mungkin) juga meramalkan global warming, “Akeh udan salah mongso”, datangnya masa dimana hujan salah musim.

Nah, naik turunnya peradaban sebenarnya sudah banyak dianalisis, bahkan sejak ratusan tahun lalu. Diantaranya oleh Ibnu Khaldun (Muqaddimah, 1337,
 Wikipedia : Ibn Khaldun), Gibbon (Decline and Fall, 1776), Toynbee (A Study of History), atau Jared Diamond. Intinya sederhana. Manusia atau bangsa, bisa berubah. Manusia bisa lupa, dan sebaliknya juga bisa belajar. Bangsa bisa bangkit, hancur, dan bisa juga bangkit lagi.

Bagaimana dengan Satria Piningit ?
Banyak juga teori tentang manusia-manusia istimewa yang datang membawa perubahan. Di dunia, orang-orang itu sering disebut “Promethean”, diambil dari nama dewa Yunani Prometheus yang memberikan api (pencerahan) pada manusia. Toynbee menamakannyaCreative Minorities. Tapi mereka bukan sekedar “manusia-manusia ajaib”, melainkan orang-orang yang memiliki kekuatan dahsyat, yaitu kekuatan ilmu, dan kecintaan pada bangsanya, sesama manusia, dan pada Tuhannya. Perhatikan Pidato Bung Karno ini :

“Selama
 kaum intelek Bumiputra belum bisa mengemukakan keberatan-keberatan bangsanya, maka perbuatan-perbuatan yang mendahsyatkan itu (pemberontakan) adalah pelaksanaan yang sewajarnya dari kemarahan-kemarahan yang disimpan … terhadap usaha bodoh memerintah rakyat dengan tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh keinginan-keinginan dan kepentingan-kepentingan mereka…”


Satria piningit, adalah orang-orang yang peduli pada bangsanya, berilmu tinggi, dan telah memutuskan untuk berbuat sesuatu. Merekalah, dan hanya merekalah yang bisa melawan kehancuran, dan akhirnya membangkitkan peradaban.

Di jaman kegelapan, selalu ada saja orang yang belajar. Diantara banyak orang lupa, selalu ada saja orang baik. Bahkan walau cuma satu orang. Kadang, kerusakan itu justru membakar jiwanya untuk berbuat sesuatu. Belajar, Berjuang, Berkorban. Seperti   Sukarno yang melihat bangsanya diinjak-injak. Mereka lalu berjuang menyelamatkan bangsanya. Promethean, Ratu Adil yang mendatangkan zaman kebaikan.

Ramalan Jayabaya mungkin bisa dipahami secara ilmiah, bahwa manusia dan peradaban memang selalu bisa bangkit, hancur, dan bangkit lagi. Dan mungkin karena Jayabaya menyadari manusia bisa lupa, dia sengaja menulis ini sebagai peringatan agar manusia tidak lupa. Dan itulah satu tanda kearifan sang Prabu Jayabaya.

Mungkin, ini juga dorongan pada manusia agar selalu berbesar hati, optimis. Bahwa di saat yang paling berat sekalipun, suatu hari akhirnya akan datang juga Masa Kesadaran, Masa Kebangkitan Besar, Masa Keemasan Nusantara.

Percaya atau tidak ? Anda tidak perlu percaya, tidak perlu tidak percaya. Bagaimanapun ini adalah cerita yang penuh pesan.
 
       

                                                    

Minggu, 30 Oktober 2011

Senin, 17 Oktober 2011

cerita " study banding Rapat RT di Dunia Lain"


Study banding rapat RT di Dunia Lain
(Ngisor Wit Pring)

            Malam Jumat Kliwon, tepatnya jam 23.30 waktu dunia hitam telah bersiap-siap mengadakan rapat rencana  kerja. Ketua kegiatan tersebut dikomandani oleh Bos Besar Lusiffer. Beberapa saat kemudian sudah ratusan peserta berkumpul dengan segala dandanan dan assesoris yang berbeda-beda. Ada yang wangi, ada yang super huek setengah mati, ada yang compang camping, ada yang berpakain ketat sampai-sampai tutup kepalapun diberi sabuk, ada yang gak pakai pakain, ada yang gak cukur, ada yang gak pakai sandal tetapi mereka enjoy aja, mungkin karena tingkat kesadaran peserta yang tinggi, toleransi yang tinggi, dan kesadaran untuk rukun sesama mereka tinggi. Peserta itu antara lain : Bang Tuyul, Lik Gendruwo, Mas Pocongan, Mbak Peri, Mbah Wewe Gombel, Om Banas Pati, Tante Sundel Bolong, Dik Bayi Bajang, Mas Bulus Jimbung, Om Glundung Pringis, Mas Setan, dll yang belum bisa penulis sebutkan karena penulis merinding juga rupanya untuk menulis nama yang lain.
            “ Salam kesesatan bagimu hai para pengacau suasana!” teriak Lusiffer. “Salam kesesatan juga om!!” teriak peserta. “ Bagaimana hasil kerja kalian untuk mengganggu manusia agar selalu tidak rukun kepada sesamanya??”, “sukses om!!”, teriak mereka. Lusiffer sangat salut atas kinerja anak buahnya yang selalu kompak tanpa ada rasa grundelan atau mengeluh dalam tugasnya. “ Hai Tuyul, dah berapa uang yang kau ambil sehingga banyak manusia dirugikan?”. “ sukses Om, tiap hari manusia saya rugikan sekitar 1 M”, “Bagus!!”, dan masih banyak lagi laporan-laporan yang semuannya sukses dalam tugas-tugasnya.
            Dari hasil rapat tersebut tidak ada satupun yang protes, semua mendukung program kerja selanjutnya. Hebat bukan??.
            Pada saat itu ada seorang Supra Natural yang berjalan disekitar tempat Lussifer rapat, ia tertegun dan heran atas hasil rapat itu, hebat,… gak ada perselisihan, gak ada yang protes mereka kompak, mungkin mereka semua satu pikiran : pengacau suasana hidup manusia, coba jika ada yang usul untuk rajin berdoa, atau setiap rapat didahului dengan doa,..pasti semua peserta protes. Guman seorang Supra Natural itu.
Ia masih berguman, “ Lha klo sesama manusia rapat kok mesti ada-ada aja pergelakan, malah kadang gontok-gontokan, sindir-menyindir,…hemmm…aneh”.
            Rapat dilanjutkan, Setan satu ini memaparkan hasil kerjanya,” Atas nama Om Lusiffer, pewaris biang kerok di muka bumi manusia, saya melapor bahwa saya telah berhasil menyakinkan manusia untuk mempunyai rasa iri, dengki, dendam, sombong, tidak jujur, pembohong, mengkritik, menterror temannya, mempermalukan, memfitnah, menggosip, memutarbalikan fakta, sewenang - wenang, melecehkan harga diri, menjatuhkan martabat, menyakiti hati, usil, dll. Semua peserta rapat bersorak sorai,…hidup setan…hidup setan !!! . Sungguh penuh keakraban. Sang Supra Naturan tertegun  lagi, “ kok mereka gak ada yang bertengkar ya, merekapun kompak dalam merahapi hidangan antara lain, kembang kanthil, kembang setaman, menyan putih, menyan coklat, burung gagak hitam, dll. Gak ada yang sungkan sungkan atau berpura pura sungkan”. 
            Sang Supra Naturan melanjutkan perjalanan menuju rumah dan ada rencana “ Apa seperti itu ya saya membuat laporan, sehingga semua manusia bisa menjadi kompak?”. Sang Supra Natural berlagak bodoh, tetapi dari pengamatannya tadi memunculkan sebersit pertanyaan “ Perlukah sistematis Rapat RT diubah?” 

Jumat, 14 Oktober 2011

software


Dengan kehadiran ponsel pintar aka smartphone yang punya fitur kamera video, dan jugahandycam atau pun perangkat audio video lainnya, saat ini relatif mudah bagi semua orang untuk merekam atau pun membuat adegan film / video digital untuk mengabadikan momen-momen tertentu.
software-edit-video
Namun terkadang kita tidak cukup puas bila hanya menyimpan video hasil rekaman dari perangkat tersebut dan berkeinginan untuk mengkomposisikan, mengatur, menambah atau memotong hasil video shooting tersebut dan juga menambahkannya atau menyatukannya dengan adegan lainnya, atau menambahkan foto ke dalam video, memasukkan suara/lagu ke dalam video, menggunakan efek seperti transisi dan lain sebagainya, agar dihasilkan sebuah video atau adegan film yang lebih utuh dan hidup serta tidak kaku.
Untuk itu, tentunya kita membutuhkan software editing video atau video editor. Berikut ini adalah kumpulan software gratis untuk membuat, mengedit dan mengkomposisikan video yang bisa diinstall dan dijalankan di komputer/PC. Sebenarnya ada banyak software edit video, baik  software berbayar seperti Adobe Premier atau Ulead, atau software gratis. Namun software yang disebutkan di bawah ini mungkin relatif lebih baik / terbaik dibandingkan dengan software gratis lainnya (ada yang berfitur lengkap atau pun yang simpel).